Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Antologi Puisi Kesunyian Hati


Assalamualaikum. Readers, setelah lama sekian lama merampungkan buku ini dengan penuh perjuangan berat ditengah segala ujian hidup. Akhirnya tibalah hari perilisan Antologi Puisi Kesunyian Hati!

14 Januari 2019

Segala isi hati yang terpendam selama bertahun-tahun. Mulai dari kebahagiaan dan kesenangan hingga tekanan dan kesedihan. Semuanya sudah habis-habisan aku peras hingga tertuang masuk ke dalam buku ini.

Aku sudah menjelajah tulisan lama di backup situs yang mati, mengobok seisi sd card dan hard disk lama, membongkar buku lama jaman SD dan SMP di gudang, dan scroll timeline sosmed sendiri sampai mata panas demi bisa mengumpulkan karya-karya yang tenggelam.

Tapi yang terasa sekarang adalah "LEGA!"

Akhirnya banyak hal yang selama ini tersingkir karena suasana hati, kini bisa masuk dan bangkit lagi. Aku mulai merasakan tumbuhnya semangat lama yang sempat hilang dikubur oleh depresi sepanjang tahun.

Buku ini terbagi dalam 5 bab: "Sabda Kesunyian Alam" adalah suara yang kudengar dari alam, siapapun bebas menafsirkannya. "Dia Dalam Diam" adalah puisiku tentang perasaanku pada dirinya dalam keseharianku sebagai pendiam. "Negeri Terkotak-kotak" adalah bentuk keprihatinanku pada tanah air yang semakin hari semakin terkotak-kotak. "Secuil Kenangan" adalah segala pengalaman dari yang terbodoh, dan terpahit, hingga yang terbahagia, dan terindah. "Sayap-sayap Patah" adalah bab perenunganku, entah mengapa aku selalu ingin berkisah tentang manusia yang bersayap dan terdampar di bumi.

Dari buku inilah akan kalian masuki hatiku yang selama ini rapat tertutup..


Terimakasih sudah mengunduh buku sederhana ini. Segala kritik dan masukannya aku tunggu agar aku bisa berkarya jauh lebih baik lagi di masa depan..

Oh iya, sampai aku membaik setelah aku menjalani pengobatan, sampai jumpa di novel ringan yang menjadi proyekku selanjutnya. Pastinya di rak toko buku, bukan Google Drive kayak begini lagi. Mohon doakan ya!

Wassalamualaikum!

Journal #52: Belanja Buku Kedua. Terimakasih Readers!

Assalamualaikum. Ini kali kedua kalian membelikanku buku melalui hasil iklan. Lebih sedikit sih, karena ada diantara kalian yang bandel menggunakan AdBlock (pemblokir iklan). Tapi nggak apa yang penting adikku senang, toh tahun lalu aku jarang blogging juga.
Bukuku.
Kali ini aku beli novel Bajak Laut dan Purnama dan Atlantis Gene. Haha berbau laut semua. Entahlah lagi tertarik dengan laut aja, dan memang ada rencana untuk menulis fiksi tentang laut. Sebenarnya pingin Assassin's Creed Blackflag (tentang bajak laut), tapi nggak ada di Belbuk (nggak bisa beli di toko lain juga kalau pakai Paypall).
Buku adikku.
Kemudian aku beli Fantasteen untuk kado ulang tahun adikku yang terlambat banget. Tapi aku senang kalau dia juga senang. Minat bacanya agak susah, kecuali buku berbau horror dan misteri. Itulah kenapa ketiga bukunya berbau hantu semua. FYI, Belbuk surganya Fantasteen  loh.

Untuk buku-buku ini aku mengucapkan terimakasih banyak atas bukunya, readers. Semoga belanja selanjutnya kalian belikan aku lebih banyak ya.. Haha..

Dan untuk Belbuk semoga bisa ditambah jumlah buku di tokonya. Banyak banget buku yang nggak ada disana. Kebanyakan buku yang aku inginkan juga sold out. Padahal toko buku yang terima Paypall cuma Belbuk.

Bagi yang pingin beli buku dari ngeblog juga, kalian bisa coba pasang iklan Bidvertiser dan perpendek link dengan Adf.ly..

Terimakasih.

Wassalamualaikum.

Review Novel Game of Thrones

Assalamualaikum. Readers, ditengah boomingnya seri Game of Thrones di TV kabel. Sepertinya hanya aku yang tidak pernah tahu apa-apa (memang nggak langganan soalnya). Gencarnya orang-orang membicarakan GoT akhirnya menarik minatku untuk membeli novelnya.

A Game of Thrones adalah novel epic fantasy yang ditulis oleh George R.R. Martin pada tahun 1996. Kenapa disebut epic? Karena novel ini menyajikan dunia imajinatif yang benar-benar luas dan berbeda dalam balutan cerita berskala besar. Ditambah lagi karakter dalam jumlah besar berserta silsilah keluarganya. 

Mungkin kamu bisa membandingkannya dengan cerita pewayangan "Pandawa dan Kurawa" namun cerita GoT lebih kompleks lagi..

Sesuai judulnya, novel ini menceritakan tentang perebutan tahkta di 7 kerajaan yang penuh dengan intrik. Meski kedengarannya sederhana, merebut tahkta tidaklah semudah itu. Ada banyak persekongkolan, pengkhianatan, hingga strategi jenius yang terjadi di buku ini. Hampir semuanya menegangkan dan seru!

Menariknya, si om penulis tidak menceritakan dari sudut pandang satu karakter saja, melainkan  dari berbagai karakter. Mulai dari yang protagonis hingga antagonisnya.
Catatan: Sekedar tahu saja ya, Om Martin ini kejam loh. Ia tega membunuh karakter penting demi mendramatiskan cerita. Jadi ya siap-siap saja untuk kecewa dan kehilangan..
Eddard Stark.
Karakter pertama yang aku suka adalah Eddard Stark. Ia adalah seorang pemimpin jujur yang dibenci banyak orang, bahkan ingin dibunuh banyak orang karena sifat jujurnya. Ia bahkan tak segan menentang raja bila perintahnya tidak sejalan dengan kejujuran.
Jon Snow.
Kemudian, Jon Snow. Ia adalah anak haram Eddard Stark yang telah bergabung dengan Night Watch (Garda Malam). Cerita tentangnya memang tidak begitu penting dibuku ini, soalnya petualangan Jon akan dimulai pada buku berikutnya.
Tyrion Lannister.
Terakhir, Tyrion Lannister. Setan cebol ini memang berasal dari Klan Lannister (klan yang aku benci sebenci-bencinya). Tapi percayalah, karakter ini menyelamatkanku dari ketegangan. Bayangkan saja, 80% dialog Tyrion itu membuatku tertawa. Tyrion menjalankan tugasnya sebagai pelawak dengan sangat baik.

Tapi jujur, hanya cerita tentang Daenerys Targayen saja membuatku muak, pingin cepat-cepat skip rasanya. Memang sih Dany itu punya peran vital juga dalam seri ini, tapi aku terlanjur muak dan males. Entahlah kenapa.. Ditambah lagi om penulis ini hobi memaksa pembaca menghapalkan karakter minor juga.

Bicara soal kualitas cetakan. Sampulnya bagus meski terlalu tipis. Begitu juga dengan isinya yang tipis, tapi aku bisa memahami. Yeah, buku ini dicetak dengan 935 halaman. Seandainya pakai kertas yang lebih tebal, nggak terbayang tebalnya segimana. Tapi yang tidak bisa ku terima adalah ukuran hurufnya yang kecil.

Ada bonus pembatas buku dengan logo klan. Kalau dapat logo Lannister itu derita loe.. Haha.. 

Baiklah, saatnya memberi penilaian. Buku Game of Thrones ini aku berikan nilai 4.5/5.

Bagi readers yang berminat, buku  ini aku beli dengan harga kalau nggak salah Rp.89.000 di Belbuk. Buku ini dapat terbeli berkat readers sekalian. Yeah, waktu itu aku baru payout hasil pasang iklan di blog ini. Terimakasih ya readers! Jangan bosan-bosan membelikan aku buku, hehe.

Selamat membaca!

Wassalamualaikum.

Review Novel The Da Vinci Code

Assalamualaikum. Leonardo da Vinci dan kode rahasianya mungkin sudah tidak asing bagi readers sekalian, terutama semenjak diproduksinya novel dan film berjudul The Da Vinci Code.

Novel ini sudah sangat aku inginkan sejak dulu. Namun aku terbentur larangan Papaku. Pertama karena beliau takut nanti aku yang muslim tersesat, sementara aku yang dulu hobi menggambar ini tertarik karena faktor Leonardo da Vinci dan Monalisa-nya.

Novel detektif bergenre thriller karya Dan Brown ini seru banget. Ceritanya pun ternyata tidak seberat yang aku bayangkan. Pada awal cerita, kita sudah diseret untuk membaca kisah Robert Langdon, seorang simbolog yang didatangi oleh polisi karena Jaques Sauniere--seseorang kurator yang akan ditemuinya esok hari--ditemukan terbunuh di Musium Louvre.

Sebelum meninggal, Sauniere sempat menuliskan pesan rahasia, dan dia menggambar simbol-simbol lalu memposisikan dirinya seperti The Virtuvian Man. Celakanya, pesan itu disalah artikan oleh polisi. Mereka diam-diam mengira bahwa Langdon adalah sang pembunuh.

Untungnya Sophie Neveu, seorang kriptografer kepolisian yang tak lain adalah cucu Sauniere, menyelamatkan Langdon dari perangkap polisi. Ia menangkap maksud sebenarnya dari kode rahasia Sauniere yang sama sekali tak berarti Langdon adalah pembunuhnya.

Akhirnya Langdon dan Sophie melarikan diri dari musium, dan kejar-kejaran dengan polisi di sepanjang negeri Perancis sambil memecahkan arti tersembunyi dibalik pesan yang ternyata serumit Kode Da Vinci.

Sejak awal dari Bab kedua, aku sudah terikat dan terus membaca. Rasanya seperti jadi anak bayi yang duduk terbengong-bengong saking seriusnya menonton kartun, hingga tanpa sadar kita juga sedang disuapi sayur-sayuran yang biasanya kita benci dan tolak. 

Keseruan jalan cerita novel ini dibalut dengan pengetahuan, sejarah, dan konspirasi yang kental banget. Namun aku yang benci pelajaran sejarah ini bisa mencernanya dengan mudah, soalnya Dan Brown menuliskannya sesederhana mungkin. Elemen sejarah itu juga bukan sekedar setumpuk sisipan belaka, karena hampir seluruhnya sangat berkaitan dengan misteri yang sedang di pecahkan oleh Langdon.

Buku ini recommended banget buat penyuka teori konspirasi, karena disini banyak sekali bahasan mengenai Biarawan Sion, Opus Dei, hingga Ksatria Templar (musuh besar Assassin's Creed). Namun, aku sangat tidak merekomendasikannya kepada readers nasrani, soalnya keseluruhan isi buku ini bertujuan menyerang umat kristiani, dan melecehkan Tuhannya.

Jujur, aku kecewa dengan fisik buku ini. Untuk buku yang kebangetan mahalnya, ukurannya terlalu kecil. Begitu juga ukuran hurufnya. Kertasnya pun mirip kertas buku LKS. Padahal aku baru saja mengutuk buku A Game of Thrones karena kedua masalah serupa. 

Lebih parah lagi, buku ini nggak ada ilustrasinya. Padahal lukisan-lukisan karya Da Vinci dan beberapa simbol penting sering disebut dalam cerita. Kan males kalau harus berhenti baca dan Googling gambarnya dulu. Nanti ujung-ujungnya aku khilaf belok ke Blogger atau FB dan lupa kalau lagi membaca.. *Plaak*

Baiklah, saatnya memberi nilai. Untuk segala kelebihan dan kekurangannya, aku berikan nilai 4.2/5.

Bagi readers yang berminat membelinya. Aku membeli buku ini di belbuk.com dengan harga diskon Rp.101.000 (harga asli Rp.119.000). Udah harganya mahal, nggak ada sisipan pembatas buku pula. Kalau ingin lebih murah, readers bisa cari cetakan edisi pertama.

That's it!

Selamat membaca!

Wassalamualaikum..

Review Novel Kabut Kiriman dari Vietnam

Assalamualaikum. Beberapa minggu yang lalu aku dapat kiriman beberapa novel dari kakak, dan satu yang paling menarik adalah Kabut Kiriman dari Vietnam. Sebenarnya aku sudah lama kepingin review novel itu tapi karena ditunda-tunda ya keburu males.

Tapi sekarang lagi semangat ngeblog nih..

Kabut Kiriman dari Vietnam adalah novel karya Mayon Soetrisno yang diterbitkan tahun 1982. Novel ini bercerita tentang kehidupan manusia perahu dari Vietnam yang terdampar di Kepulauan Riau, dengan sudut pandang seorang wartawan bernama Sondang. 


Kalau readers cuma baca novel ini baru seujung kuku, yang kamu dapatkan cuma cerita percintaan antara Sondang dan Nguyen. Tapi kalau dibaca dengan sungguh-sungguh, banyak sekali sisipan fakta sejarah, serta kritik-kritik sosial yang menohok namun tidak membuatku (manusia yang kurang suka pelajaran sejarah, dan muak lihat kritik untuk negara) menguap kebosanan.


Dalam buku yang tak seberapa tebal ini kita akan disuguhkan cerita yang padat mengenai masalah kemanusiaan yang dialami oleh mereka yang menjadi korban kemelut perang Vietnam. Emosi kita akan dikuras dengan berbagai cerita bagaimana mereka bertahan dari penderitaan dan melanjutkan hidup.

Nanti juga akan ada cerita mengenai bentrokan sosial antara para pengungsi Vietnam dengan pribumi, hingga cerita tentang suku laut yang sudah terlibat dengan perampokan di kepulauan Riau. Namun cerita yang paling menegangkan bagiku adalah tentang usaha Nguyen--bersama keluarganya--melarikan diri dari Vietnam yang digempur perang, hingga akhirnya bisa sampai ke Indonesia.

Tahu nggak. Ketika baca novel ini, kadang aku ada rasa bangga dan jengkel serta sedih..

Ada banyak fakta yang bikin bangga, misalnya hanya Indonesia yang berbaik hati menerima para pengungsi. Bahkan hingga menyediakan pulau khusus bagi mereka. Padahal banyak negara yang sudah menolak kedatangan mereka. Dan lain sebagainya. Keren bukan? 

Dan yang bikin aku jengkel dan sedih adalah banyak fakta menyedihkan. Misalnya seperti dokter puskesmas yang mementingkan kepentingan pribadinya sehingga enggan merawat pasien meskipun pasien tersebut sekarat. Kemudian ada juga fakta mengenai penggusuran semena-mena pada saat pemugaran Candi Borobudur. Hingga masalah klasik seperti pencemaran lingkungan akibat pertambangan bauksit. 

Kufikir hal itu baru terjadi saat ini. Ternyata sudah dari dulu!

Tapi meskipun banyak hal berbau kesedihan disini. Banyak hal yang membahagiakan juga. Menariknya, kebahagiaan kecil itu bukan berasal dari sesuatu yang mahal dan mewah; melainkan datang dari hal sederhana yang dibalut dengan cinta dan kasih sayang yang luput dari perhatian kita dewasa ini.

Baiklah, saatnya memberi nilai. Buku jadul ini aku berikan nilai 4.5/5. Terserah dengan rating di Goodreads yang tidak seberapa, aku rasa buku ini pantas mendapat nilai yang lebih dari itu.

Bagi readers yang berminat, mungkin agak sulit mencari buku ini karena sudah sangat-sangat jadul sekali. Tapi mungkin masih ada beberapa orang yang menjualnya secara online dengan harga yang variatif. FYI: Kak Rida membelinya seharga Rp.2000 di toko buku bekas.

That's it. Selamat membaca!

Terimakasih.

Wassalamualaikum.

Review Novel Assassin's Creed: The Secret Crusade

Assalamualaikum. Readers pasti menebak bahwa aku tertarik novel ini karena gamenya kan? Yeah betul sekali. Aku termotivasi menulis novel aksi pertama kali karena game game java terbaik, yaitu Assassin's Creed III. Biarpun cuma game java, ceritanya bagus banget loh.

Novel The Secret Crusade adalah novel ketiga karya Oliver Bowden dalam seri Assassin's Creed yang rilis di Indonesia pada tahun 2012 yang lalu. Buku ini adalah salah satu yang aku beli dari Belbuk. Sebenarnya aku belinya yang Forsaken (buku ke-5), tapi entah kenapa yang kudapat malah The Secret Crusade (buku ke-3). Tapi nggak masalah, toh cerita novel ini menarik juga.

The Secret Crusade mengisahkan kehidupan Altair Ib'n La-Ahad, seorang master assassin yang dengan sombongannya meremehkan ksatria templar bernama Robert de Sable. Akibatnya ia dengan mudah dikalahkan, misi terpentingnya gagal, dan lebih parahnya lagi ia membahayakan persaudaraan karena memicu peperangan.

Akhirnya ia dihukum oleh Al-Mualim, sang pemimpin persaudaraan assassins, yaitu dengan misi untuk membunuh sembilan target yang telah ditentukan oleh sang pemimpin untuk membuktikan komitmennya. Namun segalanya menjadi tak mudah karena statusnya sebagai master telah dicabut. 

Itu artinya ia harus kembali merintis kehidupannya dari bawah sebagai pemula assassins. Karena itu mau tak mau ia harus melacak targetnya seorang diri sebelum akhirnya mengeksekusi sang target. Ia juga harus bertahan dari hinaan dan ejekan dalam persaudaraan karena dirinya terlanjur dicap sebagai pengkhianat.

Dapatkah Altair membunuh Robert de Sable, yang tak lain adalah musuh terbesar sekaligus target ke sembilan dalam misinya?

Jujur, lagi-lagi aku boring dengan awalnya. Sampai-sampai aku sempat bertanya dalam hati. Ini Oliver bisa nulis nggak sih? Hehe. Jujur aja, awal ceritanya sulit dimengerti, nggak peduli berapa kali pun aku ulang. Tapi setelah bab 6, aku mulai bisa menikmatinya karena ceritanya mengalir dengan tempo yang pas dan mudah dipahami.

Novel ini juga seperti menjawab kesukaanku terhadap game Hitman. Soalnya disini banyak diceritakan adegan penyusupan dan pembunuhan diam-diam (silent kill) dan pertarungan yang keren-keren. Oliver menceritakannya dengan bagus, jadi pembaca dengan mudah membayangkannya. Yeah, didalam otakku seperti sedang diputar film aksi setiap kali baca.

Karena itu, aku nggak ragu memberikan nilai 4.5/5. Kenapa bukan 5 saja? Karena aku kecewa banyak typo bertebaran dibuku setebal 509 halaman ini. Padahal kualitas kertas dan bukunya bagus--bahkan lebih bagus dari Eragon--tapi sayang proof reader-nya kurang minum Aqua.

Bagi readers yang berminat, aku membeli buku ini seharga Rp.80.000 (setelah diskon 10%). Harga itu memang pas, dan cukup murah bila dibandingkan toko lain. Ada bonus pembatas buku bergambar Altair Ibn La-Ahad yang keren loh (paling keren diantara semua bonus pembatas buku yang kudapat dari buku lain).

That's it! Selamat membaca readers!

Terimakasih!

Wassalamualaikum.

Review Komik Toro Origins

Asalamualaikum. Setelah masuk ke wishlist selama beberapa bulan, akhirnya kesampaian juga membeli komik Indonesia yang satu ini. Komik ini adalah komik Indonesia kedua yang aku punya sekaligus review komik yang pertama. Yeah, sebelumnya aku beli Woles Teacher dan agak kecewa dengan ceritanya, jadi aku belum minat review.

Tapi it's okay, sekarang aku mau review Toro Origins dulu ya..

Toro Origins adalah komik aksi karya mas Agustian Noor yang dirilis beberapa bulan yang lalu. Mungkin penggemar Kungfu Boy, Naruto, dan Bleach (atau mungkin juga Kekkaishi) akan menyukainya. Soalnya aku merasa cerita komik ini seakan adalah gabungan dari keempat komik tersebut. Tapi cerita Toro lebih sederhana.

Komik ini bercerita tentang kehidupan Toro setelah mati tertabrak truk karena menyelamatkan Shana, kekasihnya. Yeah, dia dibawa oleh 2 guardian (Noki dan Amsu) karena mati mendahului takdir kematiannya sendiri. Dia diberi pilihan untuk mengambil hak gentayangan selama 7 hari lalu dilenyapkan, atau menjadi guardian seperti mereka. 

Setelah Toro mengetahui Shana koma dan jiwanya tersesat di dunia roh, dia akhirnya memilih untuk menjadi guardian demi menyelamatkan sang kekasih. Nah, setelah ini dimulailah petualangan yang sebenarnya. Toro dan 2 guardian itu akan bersama-sama pergi ke dunia roh untuk menemukan Shana.

Jujur pada awal-awal buku aku agak boring (sudah kebiasaan juga sih), entah kenapa pembukanya terasa kurang seru. Selain itu aku juga menyoroti pada bagian romance-nya kurang ngena feelnya alias terasa agak kaku. Namun yang mungkin harus lebih disorot adalah beberapa humornya yang nyaris gagal. 

Misalnya pada bagian Shana berkata romantis, tapi ternyata Toro ketiduran. Sebenarnya itu bisa jadi lucu, seandainya adegan Shana berkata romantis diperpanjang hingga pembaca hanyut, lalu banting feelnya dengan kenyataan Toro tidur dan tidak mendengar sama sekali.

Mungkin ada problem pada ekspresi wajah juga, sehingga feel humornya rusak. Misalnya ketika Shana melihat diskon. Adegan kecil itu bakal lucu seandainya ekspresi Shana lebih meyakinkan dengan ekspresi kaget dan mata melotot.

Tapi tunggu dulu, sederet kritik itu bukan artinya buku ini bikin boring. Menjelang pertengahan buku, aku terikat dan tidak bisa lepas membaca sama sekali sampai---dengan senyum puas---menutup bukunya. Tapi eh sempat ku banting sih karena tulisan "Bersambung" nan kampret di akhir buku yang tiba-tiba muncul dan memecah keseruan! *Plaak!*

Oh man, Toro Origins vol 2 akan aku masukkan dalam wishlist!

Secara keseluruhan, cerita komik ini sangat mengalir dan sederhana. Artworknya juga keren---cukup untuk membungkam siapapun yang memandang sebelah mata pada skill menggambar komikus Indonesia. Yang paling menarik bagiku adalah bagaimana adegan aksi dan pertarungannya bisa digambarkan dengan keren. Bikin tanganku gatal, pingin menggambar lagi. (readers: selesaiin dulu novelmu woy!)

Komik ini semakin menarik karena melibatkan hantu-hantu populer Indonesia, tapi yang paling menarik bagiku adalah Nurlaksmi sang pocong cantik. Dikatakan dibuku ini bahwa Laksmi adalah primadona di kalangan guardian dan hantu. Yeah, aku setuju karena satu-satunya cewek yang menarik disini hanya pocong itu. Eh, tapi Tidote lumayan juga sih. *Plaak*

Baiklah, saatnya memberi penilaian. Buku Toro Origins ini aku berikan nilai 4/5. Komik ini bakal ku beri nilai 5 seandainya humor dan romancenya lebih baik.

Bagi readers yang berminat, buku ini aku beli dengan harga sekitar Rp.33.000 di Belbuk. Tapi sebenarnya aku bisa dapat yang lebih murah di toko online lainnya. Ada bonus pembatas buku didalamnya. Harga untuk buku ini nggak masalah karena memang aku rasa cukup setimpal kok dengan keseruannya.

That's it! Selamat membaca!

Terimakasih.

Wassalamualaikum!

Pengalaman Pertama Kali Belanja di Belbuk.com

Assalamualaikum. Sebelumnya aku mau mengucapkan terimakasih kepada readers atas kesetiaannya kepada blog yang penuh dengan curhatan ini. Yeah, berkat kalian aku bisa borong buku cukup banyak, dan toko buku yang jadi tempat pembeliannya adalah Belbuk.com. Paketnya udah sampai hari ini loh.


Jujur, aku pilih Belbuk karena hanya toko buku online itu yang menerima pembayaran dengan dollar Paypal. Sebenarnya ada beberapa situs serupa yang terima Paypal, tapi hanya Belbuk yang paling murah. Namun, meskipun termurah diantara toko buku yang terima Paypal. Harga buku Belbuk masih cenderung lebih mahal bila dibandingkan dengan toko semacam Tokopedia atau Bukalapak.

Tapi kualitas buku kiriman Belbuk itu jauh lebih baik daripada Tokopedia atau Bukalapak. Di belbuk aku terima buku yang benar-benar baru dan tersegel dengan baik. Sedangkan ditoko online lainnya, aku sering terima buku dengan segel bolong dan pernah juga sampulnya bernoda (untung bagian belakangnya).


Itu buku-bukunya. Sesuai harapan. Tapi ada kesalahan fatal yang dilakukan Belbuk, yaitu salah memasukan salah satu buku. Aku pesannya Assassins Creed: Forsaken (buku ke-5) tapi yang kudapat adalah Assassins Creed: The Secret Crusade (buku ke-3). Untungnya, aku baru mulai seri Assassins. Coba kalau aku sudah punya keempat buku sebelumnya, kan jadi dobel.

Belbuk memberikan pilihan 2 jasa kurir, yaitu JNE atau NEX Logistics. Oh iya, aku sempat panik karena status resi paketnya delivered dan sudah diterima Bryan, padahal aku belum terima. Nah lo, mabok nggak tuh? Paket buku ratusan ribu salah kirim! Tapi untungnya buku itu akhirnya aku terima sehari setelahnya. Tapi ini salah JNEnya ya, bukan salah Belbuknya. Belum diterima, kok dibilang sudah diterima..

Jadi, bagi teman-teman yang baru gajian dari blog dan kepingin beli buku, untuk saat ini Belbuk adalah pilihan terbaik. Selamat berbelanja..

Buku Sekolah Elektronik Gratis untuk SD, SMP, SMA, dan SMK

Assalamualaikum. Readers, bagi teman-teman yang bersekolah di Jakarta mungkin segala kebutuhan pendidikannya telah dipenuhi. Namun, bagi daerah diluar Jakarta, kebutuhan pendidikannya tidaklah tercukupi, terutama soal buku paket. Meski sudah ada LKS, itu belum cukup karena LKS pembelajarannya serba ringkas.

Beruntung, pemerintah ternyata telah menjalankan program buku sekolah elektronik atau BSE. Dengan program ini, siapapun dan dimanapun kamu bisa menikmati ribuan buku paket dalam bentuk elektronik dengan gratis. Dengan demikian, tidak akan ada lagi alasan untuk tertinggal. Yeay! Aku pun tidak perlu pusing lagi mencarikan materi pelajaran untuk adikku.

Bagi yang ingin segera mendapatkan BSE, silahkan masuk saja ke bse.kemdikbud.go.id atau puskurbuk.net/web13/buku-sekolah-elektronik. Namun situs pemerintah seringnya selalu bermasalah, entah kenapa. Karena itu bila bermasalah, kamu bisa mencoba alternatifnya di bse.annibuku.com

Menurut pemerintah, buku sekolah elektronik tersebut dapat disebarluaskan dengan bebas. Bila kamu ingin, kamu pun boleh menggandakan, mencetak, memfotocopy, mengalihmediakan, dan/atau memperdagangkan BSE tanpa prosedur perijinan, dan bebas biaya royalti sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan Menteri. Bahkan, siapapun boleh menjadikan ini peluang bisnis untuk menggandakan dan memperdagangkan dengan proyeksi keuntungan 15% sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan Menteri.

Kalau kamu punya percetakan, kenapa tidak dicoba peluang bisnis ini? Karena, dengan begini buku paket akan jauh lebih mudah didapatkan didaerah-daerah yang belum terjangkau. Hehe.. Bisa bisnis, dapat pahala pula.

Terimakasih. Semoga bermanfaat!

Wassalamualaikum.






Referensi:
  • Balitbang Kemdikbud. "Buku Sekolah Elektronik (BSE)". http://litbang.kemdikbud.go.id/index.php/buku-sekolah-elektronik-bse-1 (diakses pada 8 Juni 2016)

Review Novel The Hobbit

Assalamualaikum. Readers, sebenarnya sudah sangat terlambat bagiku untuk mengulas novel ini. Tapi kalau aku menyukai sesuatu, tentu aku tidak akan segan-segan membahasnya di blog ini. It's okay, terlambat tidak masalah bukan? Kini yang jadi masalahnya adalah aku yang tidak tahu caranya mereview sebuah buku.. *Plaak*

Baiklah, aku akan mulai mengulasnya dengan gaya review game. Semoga tidak absurd.. Yeah, aku akan mengevaluasi dan memperbaikinya setelah ini..

The Hobbit adalah sebuah novel karya Eyang J.R.R.Tolkien yang membuka seri petualangan The Lord of The Rings. Kalau kamu berencana untuk membaca novel TLoTR, sebaiknya baca dulu The Hobbit. Kenapa? Karena buku--yang ditulis seperti dongeng ini--akan membantu kamu beradaptasi dengan dunia imajinasinya Eyang Tolkien di buku-buku selanjutnya.

The Hobbit bercerita mengenai petualangan seorang hobbit bernama Bilbo Baggins yang sama sekali tidak pernah berpetualang. Hidup Bilbo kebanyakan dihabiskan dirumah dengan bersantai-santai, meminum teh, dan menghisap tembakau sambil memandang keluar jendela, menikmati indahnya pemandangan disekitarnya. Namun hidup membosankan itu seketika berubah ketika bertemu seorang penyihir bernama Gandalf.

Suatu hari Gandalf mengajaknya berpetualang, namun Bilbo bersikeras menolaknya karena dia ingin hidup santai. Keesokan harinya Gandalf datang bersama para kurcaci untuk menghadiri pesta teh Bilbo. Para kurcaci itu selalu membicarakan tentang petualangan mencari harta yang dijaga oleh Smaug, naga yang jahat nan kejam. Bilbo akhirnya--dengan agak terpaksa--mulai berminat untuk ikut berpetualang bersama mereka.

Nah, kebayang nggak sih bagaimana si Bilbo yang setengah introvert ini tiba-tiba akan berpetualang dalam bahaya. Pasti bakal menarik bukan? Yeah, tentu saja!

Untuk buku yang bahkan tebalnya tidak lebih dari novel Eragon, petualangannya sangat panjang tapi juga padat dan seru sekaligus menghibur. Tidak ada jalan cerita yang bertele-tele: semuanya ditulis dengan sempurna oleh Eyang Tolkien. Memang sih aku sempat bosan di pertengahan buku, tapi setelah membaca bagian dimana Bilbo sedang melawan laba-laba, aku kembali semangat membaca lagi.

Meskipun topiknya adalah petualangan, banyak juga sisi humornya loh. Bagian terlucu yang paling aku ingat adalah ketika Bilbo beradu teka-teki dengan se-(orang apa ekor ya?) goblin hitam kanibal. Pada bagian itu Bilbo menunjukkan kecerdasannya dalam membuat teka-teki, sekaligus menghibur pembaca dengan konyolnya mereka

Selain menghibur, buku ini juga penuh dengan makna dan pelajaran yang dikemas secara apik sebagai pesan tersembunyi, jadi tidak mengganggu ceritanya sama sekali. Ini keren banget, aku kepingin belajar membuat sublimial message dalam ceritaku, semacam ini!

Oh iya, hampir lupa. Dibuku ini juga banyak sajak yang indah. Sajak-sajak itu sebenarnya digunakan untuk menggambarkan nyanyian. Tapi berhubung ini buku, ya lagunya aku karang sendiri. Kadang nada lagu Dewa 19 atau Ikimono Gakari aku pakai untuk menyanyikannya. Hahaha! *Plaak!*

Selain itu, aku suka cara Eyang Tolkien mengakhiri buku ini. Patut dicontoh penulis lain. Seringkali aku temui ending (di novel lain) yang membuatku bertanya, "Loh kok udahan ceritanya?" Tapi berbeda dengan The Hobbit, endingnya membuatku berkata, "Wah keren. Aku puas!" karena ceritanya tidak langsung selesai begitu saja. Eyang Tolkien juga bercerita sedikit tentang masa sesudah petualangan. Itulah yang membuatku puas.

Baiklah, saatnya memberi penilaian. Buku The Hobbit ini aku berikan nilai 5/5.

Bagi readers yang berminat, buku  ini aku beli dengan harga kalau nggak salah Rp.30.000. Aku bisa saja dapat harga yang lebih murah 30% seandainya aku memilih The Hobbit dengan sampul versi lama yang nggak menarik. Ah.. Tapi biarlah. Sampul buku ala poster film yang dicetak timbul ini menambah semangat membaca juga kok. Silahkan cari di toko buku terdekat..

Terimakasih sudah membaca review buku pertamaku. Aku akan belajar mereview dengan lebih baik lagi setelah ini. Sekali lagi terimakasih.

Wassalamualaikum!