Tampilkan postingan dengan label Games. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Games. Tampilkan semua postingan

Simcity 3000 vs Simcity 4 Deluxe. Mana Lebih Bagus?



Assalamualaikum. Game membangun kota ada banyak tapi baik Simcity 3000 maupun Simcity 4 (dengan EP Rush Hour), masih punya tempat spesial di hati penggemar. Untuk alasan yang berbeda, aku menyukai keduanya. Meski begitu apa saja perbedaannya? Mana yang lebih bagus? Monggo disimak..

Colorful vs Realistic


Hal ini adalah poin utama yang dijamin akan langsung muncul di benak kita semua. Mulai dari UI di awal sampai ke desain bangunan. Simcity 3000 menampilkan desain UI lebih menarik, dan bangunan yang penuh warna-warni. Sedangkan ketika membuka Simcity 4, kita justru akan merasakan kejadulan dari warna UI-nya, juga desain bangunannya (terutama untuk low density) kurang menarik mata.

Nah, kalau mau memanjakan mata, maka SC3000 adalah yang kamu cari. Sedangkan kalau ingin yang realistis, SC4 adalah pilihan yang sesuai.

City vs Region


Kalau bermain di SC3000 kita bisa memilih small, medium, large untuk ukuran pulaunya. Namun, di SC4 ukuran large akan kalah dengan regional. Tak hanya mengurus 1 kota, kita bisa mengurus 1 regional yang terdiri dari puluhan kota. Tentu saja tidak semuanya sekaligus, tapi satu per satu seperti kepingan puzzle. Region mungkin mirip dengan tampilan neighborhood di The Sims.

Kedengarannya keren bukan? Tapi ternyata melelahkan dan butuh mikir banget..

Di SC3000 kita punya kota tetangga yang mendatangkan tawaran water deal, power deal, garbage deal, dsb yang memudahkan kita menambah pemasukan. Tapi di SC4, kita tidak punya tetangga sampai kita nanti membangunnya sendiri. Uang bakal jadi masalah serius disini.

Nah, kalau kamu berencana membangun kumpulan kota virtual maka SC4 adalah pilihan terkeren. Tapi kalau cuma mau have fun membangun kota biasa, lebih baik main SC3000.

Mayor vs God

Di SC3000 kamu adalah walikota. Namun di SC4 kamu akan bermain sebagai dewa pencipta pulau dengan fitur teraforming yang menarik.  Kita bisa bikin gunung kayak cake, kasih hiasan pepohonan dan nabur hewan layaknya meses.

Tapi itu kalau suka bikin segalanya sendiri..

Jujur penulis lebih suka random generatornya SC3000 yang memudahkan player membuat maps model apapun. Mau yang ada sungai atau danau di tengah. Mau yang ada gunung atau jurang. Semuanya diatur hanya dengan slider dan tombol.

Challenging Scenario vs Do it All Yourself

Bermain di SC4 terkadang bisa jadi boring karena kita hanya bikin kota, menyeimbangkan keuangan dan repeat. Nah, disaat itulah aku jamin kita semua bakal kangen dengan scenario mode dengan tantangan yang spesifik di SC3000. Entah apa yang dipikirkan EA dan Maxis saat itu, kok bisa-bisanya lupa membuat scenario mode untuk SC4.

Tanpa scenario ya kita harus menciptakan goal sendiri. Entah itu kota dengan pendidikan terbaik, kota dengan desain terunik, kota dengan industri tertinggi, atau kota dengan polusi paling rendah. Pokoknya do it all yourself.

Lucu vs Serius

Dibandingkan dengan SC4 yang news tickernya kaku secara bahasa dan tampilan, Weird sense of humor pada berita berjalan alias news ticker di SC3000 adalah poin yang menarik yang memorable. Terkadang penulis suka ngakak sendiri saat membaca judul beritanya. Contohnya.. Aduh banyak banget sampai bingung memilih. Kalian bisa baca langsung di Wikia.

Just See It vs U-Drive It

Balapan di kota sendiri adalah salah satu impian yang aku pernah bilang di artikel "Mencoba Memainkan Game Favorit Bu Risma" dan di SC4 akhirnya bisa kesampaian berkat U-Drive-It SC4 meskipun tidak seperti GTA, tapi lebih seperti kita mengendalikan RC Car di miniatur. Namun tetap saja ini keren sekali dibandingkan hanya just see it.

Tak cuma mobil, kita bisa mengendalikan bis, helikopter, pesawat, dan kapal laut. Aku sendiri baru mencoba mobil dan helikopter sih. Tapi serius ini punya impact yang besar pada kepuasan player.

Kesimpulan

Kalau kamu belum terlalu bisa bermain dengan Simcity, maka Simcity 3000 adalah pintu masuk paling mudah. Sebab belajar di Simcity 4 itu cenderung sulit dan bikin frustrasi kalau tidak sabaran. Di SC3000, mata kita akan dimanjakan dengan pertumbuhan kota tanpa banyak ribet ini itu.

Kalau sudah terbiasa dengan Simcity, mencoba Simcity 4 tidak akan sulit. Kita bisa membuat banyak kota yang saling sambung menyambung membentuk sebuah regional. Hanya saja manajemen ekonomi di SC4 itu lebih tricky dan harus mikir. Kalau tidak mau mikir, ya selamanya besar pasak daripada tiang.

Keduanya saling melengkapi satu sama lainnya. Worth banget kalau mau memiliki keduanya..

Simcity 3000 cocok banget buat kamu yang sekedar ingin membangun kota atas nama keindahan dan efisiensi waktu bebas. Sedangkan Simcity 4 cocok banget buat kamu yang memang sudah terlanjur cinta mati pada game membangun kota atas nama tantangan dan kreatifitas. Apalagi SC4 punya mod yang cukup terkenal, yaitu Network Addon Mod yang menambahkan jenis jalur sampai mass transportation.

Keduanya jauh lebih berfaedah daripada game membangun kota di hp yang serba koin dan gem plus IAP.

Namun sebagai pertimbangan, Simcity 4 yang lebih modern menuntut penggunaan CPU yang cukup tinggi. Kalau spek lomputer cukup rendah, apalagi misalnya pakai laptop. Overheating bakal menghantui. Tapi Simcity 3000 punya spek lumayan rendah, jadi kamu bisa memainkannya tanpa rasa khawatir.

Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum.

Unreal Tournament 2004: Game FPS Legendaris



Assalamualaikum. Readers, dalam rangka kekangenan pada Unreal Tournament aku mau merampungkan artikel yang terlanjur berdebu di draft ini. Sebenarnya ini melanjutkan petualanganku dalam pencarian FPS terbaik untuk laptop spek kentang, setelah menikmati serunya Serious Sam dulu.

Cerita dan Gameplay

Perkenalanku dengan seri Unreal itu berawal dari giveaway GOG mungkin sekitar dua tahun yang lalu. Memainkan game ini rasanya mirip HALO tapi bercampur Doom. Pada satu sisi keren, dan juga konyol di sisi lainnya.

Nah, Unreal Tournament 2004 ini sebenarnya game online multiplayer, yang tidak punya jalan cerita. Namun sang pembuat game menyediakan mode single player yang sama serunya. Inilah yang membuatnya menarik. Bermain single serasa multiplayer. Skill botnya pun memuaskan, tidak terlalu sulit juga tidak mudah kalah. Kadang malah agak meledek player dengan kemampuan bersembunyinya.


Pada mode single player, kita akan diminta untuk membentuk sebuah tim yang anggotanya dapat kita rekrut dengan sejumlah credits. Tenang saja, nggak seperti game jaman now yang harus beli uang via IAP, disini semuanya murni hasil kerja keras kita.

Untuk mendapatkan credits, kita harus berjuang di mode utama yaitu:
- Team Deathmatch: Mode klasik dimana dua tim saling bunuh, dan tim yang mencapai jumlah kill tertinggi menjadi pemenangnya. Mode ini hanya ada di kualifikasi dan challenge.
- Double Domination: Mode dimana dua tim harus mendominasi di dua titik A dan B. Kalau keduanya menyala sesuai warna tim selama 8 detik, skor akan dicetak dan tim yang mencetak 3 angka akan menang.
- Capture The Flag: Mode dimana dua tim saling mempertahankan bendera agar jangan sampai dicuri ke markas musuh. Ini mode favoritku.
- Assault Mode: Dalam mode ini, player dan musuh akan secara begantian menyerang dan mempertahankan base. Tim yang paling cepat dalam melakukan penetrasi akan menjadi pemenangnya. Btw, kita bisa mengendarai tank atau pesawat disini.
- Bombing Run - Mode terakhir ini adalah yang paling seru sekaligus menyebalkan. Inilah sepakbola versi Unreal! Kalau membawa flag masih bisa menembak musuh yang mengejar, nah kalau membawa bola tidak bisa menembak sama sekali, dan itulah letak kesulitannya. Dibutuhkan teamwork yang bagus!


Setiap mode memiliki 7 map utama, dan beberapa map alternatif. Jadi kalau kita merasa sulit pada satu map, kita bisa membayar 300 credits untuk mencoba versi alternatifnya.

Oh iya, tadi aku menyebut challenge mode. Mode itu memungkinkan player untuk menantang (atau justru ditantang) tim lain dengan sub-mode ini:
- Bloodrites - Mode yang aku suka, tapi saat ditantang kita harus mempertaruhkan anggota tim. Disini kita bermain seperti deathmatch, bedanya kita menggunakan Shock Rifle khusus yang satu tembakan cukup untuk meledakan tubuh lawan.
- Head to Head - Sesuai namanya ini deathmatch satu lawan satu tapi dengan taruhan uang. Jumlah credits yang bisa dipertaruhkan tergantung pada reputasi kita dan calon lawan. Kalau setingkat atau lebih tinggi, kita bisa mempertaruhkan setinggi mungkin.

Tapi sekali lagi, bot Unreal itu keren dan tidak bisa dibodohi. Kita berharap mempertaruhkan uang besar dan menang besar, tapi praktiknya justru kita yang kalah oleh skill mereka yang tiba-tiba meningkat.

Sebenarnya ada lebih banyak mode permainan saat online multiplayer, namun sayangnya aku tidak bisa mencobanya. Sebab memang dasarnya aku nggak pernah sekalipun main multiplayer.

Grafis, Musik, dan Efek Suara

Soal grafis, untuk game yang ringan, grafis Unreal Tournament 2004 adalah yang terbaik kedua setelah FarCry 1. Aku masih heran soal ini sampai sekarang. Bahkan kadang fps ratenya terlalu tinggi hingga permainan jadi terlalu cepat.

Game ini efek gorenya parah. Meskipun tidak segore Manhunt 2 tapi lumayan parah penggambarannya. Jadi kalau main Unreal harus tahan melihat serpihan tubuh manusia atau alien. Namun bagi yang tidak suka bisa mengubah level gorenya menjadi tidak ada sama sekali lewat settingnya.

Soal musik, 11-12 sama HALO. Sama-sama mengusung genre rock yang membesar dan mengecil sesuai dengan kondisi yang terjadi. Misalnya saat terjadi Multi Kill atau Rampage dimana satu player membunuh beberapa player lain sekaligus berturut-turut. Musiknya menjadi rock bertempo cepat.

Soal efek suara, inilah yang menarik. Kalau kalian main DOTA dan ada suara "First Blood, Double Kill, Unstopable, dsb.." itu semuanya diambil dari Unreal Tournament. Pada UT2004 ini kita bisa mengatur suaranya menjadi versi UT2003, female, male, atau malah sexy.

Ya, SEXY!

Yeah, suara sexy ini agak jijay gimana gitu. Biasanya suara garang lelaki "UNSTOPABLE!!" yang menggema, ini jadi suara perempuan "Ah.. Unsto..op-ahble.." dan benar-benar bikin salah paham orang yang nguping saat kita main.

Download

Nah, bagi yang penasaran mencoba Unreal untuk laptop spek kentangnya mungkin bisa meliriknya di GOG atau Steam. Kalau aku sih lebih menyarankan di GOG karena DRM-free. Jadi kalau beli game, kita bisa dapat original copy yang bisa dibagi dengan teman kalau mau LAN Party.

Tapi yang mau mencoba dulu bisa download dibawah ini..


Gamefix Tips untuk Windows 10

Karena jadul game ini akan crash di Windows 10. Supaya bisa berjalan, pertama kamu haru edit User.ini pada folder dimana kamu menginstall gamenya. Kemudian edit bagian..

[D3DDrv.D3DRenderDevice]
ReduceMouseLag=True

Ganti kata True menjadi False. Setelah itu save dan dijamin game berjalan lancar, bahkan bila kamu bermain multiplayer lewat LAN.


That's all readers. Semoga review kali ini bermanfaat dan membantu kalian yang belum kenal atau ingin mencoba salah satu multiplayer FPS terbaik sepanjang masa ini. Terimakasih!

Wassalamualaikum.

A Week of Strategy Games!



Assalamualaikum. Lama nggak main, minggu ini aku balas dendam. Aku mainkan seluruh timbunan game lama, dan ternyata sebagian besar adalah game strategi. Mulai dari Heroes of Might and Magic III dan V, Age of Empires III, sampai yang terbaru Age of Wonders: Shadow Magic. Itulah kenapa aku sebut minggu ini sebagai a week of strategy.

Kalau HoMM series aku sudah pernah cerita di jurnal sebelumnya. Tapi minggu ini aku baru ada kesempatan belajar soal gameplay dan strateginya. Sumpah keren walau grafis ala game java. Aku mulai paham kenapa HoMM III punya banyak fans aktif bahkan sampai detik ini.

Image result for homm 3

Namun, aku nggak kebayang apa punya cukup waktu memainkan HoMM III edisi komplit ini. Ada 3 campaign yang diperkirakan butuh sekitar 100 jam untuk menyelesaikannya. Belum lagi masih ada HoMM V versi bundle. Haduh.. Bakal panjang..

Image result for aoe 3

Selanjutnya Age of Empires III kopian teman, tapi edisi komplit. Setelah bertahun aku main Age of Empires II, akhirnya kesampaian main yang ketiga meskipun awalnya agak ribet menemukan settingan terbaik, soalnya laptopku cukup jadul untuk menghandlenya.

Untuk yang satu ini aku baru nyicip sedikit, dan jujur agak sumringah karena AInya lebih payah dari AoE II. So aku yang seringnya kalah ini, jadi punya kesempatan menang. Kebayangkan gimana sakitnya, udah waktu main pendek habis untuk bangun kota, musuhnya kalahan pula.

Namun aku juga kecewa dengan sistem permainan baru yang dipermudah. Keseruannya jadi hilang. Jujur aja aku lebih suka sitem permainan Age of Empires II. Seharusnya mereka kembangkan saja AOE II dengan grafis sekelas AOE III.

Image result for emperor rise of pc

Selanjutnya aku coba memainkan Emperor: Rise of the Middle Kingdom. Game ini lebih ke strategi ekonomi daripada perang. Dibuat dengan engine yang sama dengan Caesar III, Zeus, dan Poseidon. Game membangun kota ini jadi punya kelasnya sendiri.

Sebenarnya yang aku suka dari game ini adalah mengawasi para penduduk bekerja membangun desa sampai nanti berkembang jadi kota. Itulah alasan yang sama saat aku main seri Anno. Game strategi seberat apapun, atau stress seperti apapun, hilang kalau melihat mereka bekerja.

Image result for aow shadow magic

Nah, yang terakhir itu Age of Wonders: Shadow Magic. Sumpah ini sebenarnya salah download. Tadinya aku kira game ini Age of Mythology, ternyata beda. Tapi aku merasa beruntung karena gameplay game ini yang gabungan antara HoMM dan Civilization. This is what I'm looking for!

Sebenarnya ini baru nyoba sedikit sih, masih belum paham dan terus-terusan mati di level beginner. Tapi aku yakin suatu saat bakal getol memainkan game ini. Aku selalu suka game turn based berbau kerajaan, walaupun kadang sering males mikir. Gara-gara ini aku jadi pingin Age of Wonders III yang katanya jauh lebih sempurna baik dari segi grafis dan gameplay.

That's it. Kebayang kan bagaimana ngebulnya kepalaku? Tapi I love it! Aku sangat enjoy dengan game strategy meski sering kalah!

Wassalamualaikum!

Journal #50: Berkenalan dengan Dunia HoMM

HoMM III artwork via Steam Community.
Assalamualaikum. Disaat orang sudah memainkan game bergrafis kinclong dan terbagi menjadi dua kubu (AOV dan ML), aku masih stuck dengan game yang classic. Sekitar seminggu yang lalu aku akhirnya menyentuh salah satu turn based fantasy RPG terbaik sepanjang masa: Heroes of Might and Magic III.

Yeah, tapi ini bukan post untuk review ya, mungkin nanti ulasannya bakal aku posting sendiri. So aku nggak akan review apa-apa.. Cuma mau sharing aja..

Sebenarnya judul ini sudah aku dengar dari jaman Symbian S60v3, ada emulator dos yang memungkinkan kita untuk memainkan game Might of Magic. Tapi aku lebih tertarik main Age of Heroes buatan Nomoc yang ternyata menjiplak habis gameplay MoM. So yang kangen dengan Age of Heroes, kayaknya kalian harus coba ini.

HoMM V via MobyGames.
Pertamanya aku nyoba dulu HoMM V garapan Ubisoft berdasarkan review dari teman. Pas buka pertama kali pingin teriak: "KEREN BUANGET ANJIER" tapi setelah beberapa saat main aku langsung down karena bingung. Maklum noob banget. Tutorialnya juga nggak jelas.

Pingin udahan tapi hati masih serasa digantung. Apalagi setelah baca buku manualnya yang menggambarkan banyaknya faksi, banyaknya hero dan musuh yang keren, dan magic spell yang bejibun banyaknya.

Setelah bolak balik tewas dan defeat. Aku putuskan untuk back to the roots. Aku mencoba HoMM III yang fan setianya masih eksis sampai detik ini dan bikin ekspansinya sendiri. Namun setelah lihat grafis V, berasa dibanting waktu lihat grafis III.

HoMM III via biobreak.wordpress.com
Tapi berkat HoMM III---yang grafisnya java game banget---ini aku sedikit demi sedikit mulai paham cara bermainnya. Akhirnya aku malah jatuh cinta sama yang jadul dan memutuskan menyimpan dulu HoMM V. 

Yang membuatku jatuh cinta pada HoMM adalah cerita yang dalam, ekspansi yang banyak (butuh lebih dari 100 jam untuk bisa menyelesaikannya), kota yang indah yang tidak perlu bingung tata letak, dan battlenya turn-based. Ini yang aku cari, karena aku payah banget kalau main RTS.

Penampakan kota HoMM III via biobreak.wordpress.com
Terbayang sudah bakal sekeren apa HoMM V nanti.. Btw, reviewnya bakal aku buat kapan-kapan kalau sudah benar-benar paham.

Wassalamualaikum.

[Review] Melihat Penciptaan Alam Semesta di Doodle God™

Ilustrasi: APK4Fun
Assalamualaikum. Saat-saat terakhir main game java dulu aku sempat mencicipi game unik berjudul Doodle God. Nah, sekarang aku mencoba versi androidnya dan terkagum-kagum dengan perkembangan dari game ini.

Mungkin banyak yang melihat bahwa game garapan JoyBits ini seakan melecehkan Tuhan, tapi aku melihat game ini malah membuatku semakin kagum dengan ciptaanNya, karena dari sini player akan melihat sendiri sulitnya penciptaan bumi yang hanya bisa dilakukan olehNya.

Doodle God adalah game teka-teki yang menugaskan kita untuk menggabungkan 4 elemen dasar (air, api, angin, dan tanah) untuk menciptakan elemen-elemen lainnya. Misalnya air dan api bila digabungkan akan menjadi uap. Begitu pula bila api digabungkan dengan tanah akan menjadi lava.

Elemen yang awalnya simpel, lama-kelamaan menjadi rumit karena munculnya unsur-unsur kimia yang membuatku menyesal atas buruknya pelajaran kimiaku dulu. Tapi ketika sudah berhasil membuat elemen manusia, game ini akan masuk kedalam level berbeda.

Game yang awalnya fokus dengan penciptaan alam, ternyata semakin menantang dengan tugas baru yaitu penciptaan peradaban dan teknologi. Mulai dari menciptakan kerajaan hingga roket. Aku yang awalnya meremehkan, jadi mulai merasakan keseruannya.

Perbedaan yang menarik dengan versi java adalah visualisasinya. Dengan update terbaru ini kita bisa melihat hasil dari elemen yang kita temukan. Awalnya kita hanya diperlihatkan bumi dengan pulau-pulaunya yang kosong. Nah, ketika elemen baru ditemukan, elemen tersebut akan muncul mengisi kekosongan bumi.

Jadi bisakah kamu membawa bumi hingga mencapai peradaban tertinggi?

Oh iya, nggak cuma mode utama saja, disini juga ada mode quest, puzzle dan mini games.
  • Pada mode quest kita bisa lebih spesifik bermain dalam penciptaan elemen apa, jadi rasanya seperti Doodle God ini berisi game Doodle lainnya.
  • Pada mode puzzle kita bermain dengan tujuan menciptakan sebuah elemen yang ditentukan. Kelihatannya gampang, cuma menciptakan panah asmara milik cupid, tapi sebenarnya susah banget karena kita harus menciptakan banyak elemen sebelumnya.
  • Kemudian pada mode mini games ada permainan membuat elemen bergaya tetris, dan satu lagi bergaya game match-3 sperti Candy Crush Saga. Ini kurang kerjaan tapi tanpa sadar bisa membuat kita menemukan banyak elemen baru.

That's it. Kalau kamu tertarik kamu bisa mendapatkannya di Playstore. Ada yang gratis, dengan iklan dan IAP tentunya. Ada versi premium. Ada juga versi HD yang cocok banget untuk tablet..

Download Doodle God (via Playstore)

Selamat bermain, dan jangan lupa bahwa kita hanya makhluk ciptaanNya, kita bukanlah sang pencipta. Terimakasih...

Wassalamualaikum..

Ketika Game Mengajariku Tentang Hidup

Ilustrasi: Pixabay
Assalamualaikum. Readers, butuh waktu lama untuk merampungkan artikel ini. Game memang selalu dipandang negatif, dan pemainnya selalu kena cap sebagai pemalas. Tapi pernah nggak kalian menyadari bahwa ada hikmah yang bisa dipelajari dari sebuah game?

Super Mario jadi yang pertama mengajariku, soalnya aku terkenal payah dalam memainkan game ini. Aku bertanya, kenapa aku terus gagal? Sampai akhirnya aku pun sadar bahwa game ini mengajari kita tentang keserakahan.

New Super Mario Bros. 2 via IGN
Yeah, jika kita terlalu berusaha mengumpulkan koin kita bisa kehabisan waktu, atau malah tak menyadari adanya musuh dan jatuh ke lubang. Padahal tujuan utamanya adalah menyelamatkan Putri Peach, tapi kita sudah game over sebelum dapat mencapainya.

Fire Emblem: The Sacred Stones
Fire Emblem: The Sacred Stone adalah game strategi turn based yang ceritanya keren abis. Kita akan bermain sebagai pangeran dan putri yang menyelamatkan diri dari kerajaan ayahnya yang dikhianati oleh sekutunya. Nah, permainannya akan berlangsung mirip catur.

Saat dalam perjalanan jauh, jumlah musuh yang menghadang selalu tidak masuk akal, sedangkan anak buah kita hanya ada 3 sampai 5. Bahkan kalau sampai mati, mereka tidak akan hidup lagi (respawn). Sekali lagi: aku sering kalah.

Tapi kemudian aku mulai sadar, "Tak akan ada yang berubah kalau kita tidak berani berkorban!" karena itu aku kerap kali terpaksa mengorbankan anak buah supaya pangeran dan putri bisa selamat. Padahal aku udah sayang sama anak buah yang satu itu. Nggak tega, tapi harus..

Ilustrasi: Minecraft HQ
Kemudian Minecraft, siapa yang nggak tau game ini? Salah satu daya tarik game sandbox ini adalah kebebasan membangun apa saja dengan balok layaknya Lego. Tapi kebebasan tanpa batas yang tadinya exciting malah menjadi boring pada akhirnya. Kita hidup tanpa batasan aturan, serta bebas membangun apapun dan dimanapun.

Game ini mengajariku bahwa hidup tanpa adanya masalah, tantangan, dan drama itu membosankan. Mungkin karena itulah Mojang memproduksi Minecraft Story Mode, supaya game ini menjadi nggak boring.

Mungkin daripada Minecraft aku lebih sering main The Sims 2. Sama-sama membangun, tapi lebih nyata. Disini kita dibebaskan membangun rumah, dan menciptakan orang-orang yang disebut sims untuk tinggal didalamnya. Sims ini memiliki karakter dan kepribadiannya masing-masing. 

Rumah rancanganku sejak The Sims pertama.
Kita sebagai player bertugas membimbingnya untuk meningkatkan skill supaya dia dapat pekerjaan yang bagus. Awalnya aku terobsesi membuat dia menguasai segala macam skill, tapi simsnya keburu tua dan meninggal. Dari situ aku belajar bahwa "Kita dapat menguasai suatu kemampuan tapi tidak dalam segala hal." 

Terakhir, salah satu dari sedikit game balapan yang aku suka adalah Need for Speed Most Wanted. Mobil-mobil di game itu keren-keren, dan aku juga suka memodifikasinya. Namun satu hal yang membuatku benci adalah: aku terlalu sering kalah balapan.

NFS: Most Wanted 2005.
Aku berusaha sekuat tenaga mendapatkan poin agar bisa mengupgrade mesin agar lebih kencang lagi. Satu per satu balapan akhirnya aku menangkan, tapi lawanku lama kelamaan menjadi semakin sulit. 

Sampai akhirnya aku cheat uang, dan upgrade mesinnya sampai full semua. Hasilnya? Aku malah kesulitan mengendalikan mobil karena terlalu kencang, dan sensitif. Dari situ aku menyadari bahwa kekurangan justru akan menyempurnakan mobil.

Dengan mobil yang kurang cepat, aku bisa balapan drift dengan baik. Dengan mobil yang handlingnya tidak terlalu sensitif, aku bisa drag race dengan bagus. Intinya, kekurangan bisa menjadi kelebihan, asalkan kita tahu cara memanfaatkannya.


That's it, itulah dia pelajaran hidup yang aku petik dari sebuah game. Ngomong-ngomong kalau diingat, sepanjang 2017 ini aku belum satu pun menerbitkan artikel berbau perenungan, so ini bakal jadi yang pertama dan terakhir untuk tahun ini. Semoga tahun depan aku bisa posting lebih banyak dan lebih bermanfaat kita semua.

Wassalamualaikum..

[Review] FarCry - Game Ringan dengan Grafis Kelas Berat

Si Jack lagi bergaya.

Assalamualaikum. Readers, sebagai pemilik laptop jadul aku super penasaran dengan game fps berjudul Far Cry yang selama ini dibicarakan kesuksesannya. Berawal dari ngiler karena diiming-imingi kebebasan eksplorasi, tanpa ragu langsung pasang dan ternyata berjalan dengan mulus!

Sejujurnya aku agak kecewa karena kebebasan eksplorasi ternyata hanya ada di Far Cry 2 dan seterusnya. Kalau di seri pertama ini lebih tepat disebut kebebasan menyelesaikan misi dengan beberapa cara yang berbeda.

Cerita di seri pertama ini lumayan bagus dan aku pun lupa kalau lagi kecewa. Disini kita bermain sebagai Jack Carver yang sedang berjuang memburu kelompok penjahat dalam settingan pemandangan hutan dan pantai tropis yang memanjakan mata banget.

Kinclong beud!
Game dibuka dengan fmv tentang kisah Jack Carver sebelum terdampar di pulau tropis. Anehnya di komputerku fmv itu berjalan seakan sedang fast forward. Mungkin sama kasusnya dengan game Freedom Fighter yang juga berjalan dengan cepat. Tapi hal itu untungnya tidak terjadi saat masuk permainan. Fyuh..

Permainan berawal dari Jack yang terjebak didalam bunker. Sambil menjalani tutorial, kita dituntun untuk menemukan jalan keluar. Nah, ketika keluar dari bunker aku seperti melihat surga, indah banget pantainya. Pingin langsung nyebur aja ke laut! Tapi eh markas musuh didepan mata.. Bisa modyar dan ke surga beneran..

Setelah itu yang aku rasakan adalah enjoy. Yeah, aku menikmati level-levelnya yang didesain dengan sempurna, keren, seru sekaligus menegangkan. Keren ketika menyusup di markas dan menghindari sniper; Seru ketika membasmi musuh di kapal dan tebing sementara waswas dengan gangguan helikopter; dan menegangkan ketika monster-monster (ala Doom) mulai bermunculan.

Tempat bundir yang indah.
Yang menarik dari AI di Far Cry adalah kemampuannya untuk sembunyi dan menjebak player. Jadi kita nggak bisa mancing mereka datang, kitalah yang harus datang dan menyerang. Kemampuan Ai disini juga auto balance, alias disesuaikan dengan player. Jadi kalau player sudah mulai jago, kecerdasan musuh pun langsung ditingkatkan.

Tapi yang bakal kerasa saat melawan AI yang makin jago adalah sistem save yang kaammpprreeeet! Kita cuma bisa mengandalkan checkpoint tak kasat mata yang jaraknya jauh-jauh. Bayangkan, aku sudah susah payah stealth dan bunuh musuh satu per satu, eh harus ngulang lagi cuma gara-gara dibunuh satu AI yang ngumpet didekat checkpoint!

Disini kita juga bisa menggunakan mobil yang ampun susah disetir dan keburu meledak karena sering nabrak. Kalau aku mendingan nggak usah naik. Mungkin lebih bijak kalau cara nyetirnya dibuat seperti GTA, bukan fps yang beloknya nggak karuan sementara kita juga harus membidik musuh.

Enak mandang langit begini sambil dengerin Payung Teduh.
Tapi kekurangan game ini sama sekali tidak mengurangi keseruannya kok. Game ringan bergrafis kelas berat ini aku nobatkan menjadi game fps terbaik yang pernah aku mainkan setelah HALO: Combat Evolved dan Brothers in Arms: Earned in Blood.

Bagi readers yang ngiler juga, cek dulu minimum system requirement-nya..
  • Windows XP or Windows Vista, 1 GHz Processor (1.4 GHz recommended)
  • 256MB RAM (512 recommended)
  • 3D graphics card compatible with DirectX 9, Mouse, Keyboard.

Kamu bisa mendapatkannya di GOG. Pada versi GOG, FarCry sudah tertanam patch edisi terbaru sehingga bebas bug dan error. Langsung saja unduh lewat link berikut ini..


Semoga bermanfaat dan selamat bermain!

Game PC Spek Ringan yang Mirip Skyrim

Skyrim logo.
Memang nggak bisa dipungkiri bahwa The Elder Scroll V: Skyrim adalah game open world rpg yang populer banget beberapa tahun belakangan ini. Sayangnya kebutuhan akan spek komputer yang tinggi membuat kita cuma gigit jari. Namun bagi kamu yang pingin merasakan game serupa tapi tak sama, maka kamu bisa mencoba The Elder Scroll III: Morrowind.

Morrowind logo via GOG.com
Game yang dirilis Bethesda pada tahun 2002 ini agak ringan untuk komputer dengan spek ringan. Kenapa disebut agak? Karena laptopku yang bisa menjalankan FarCry pertama dengan lumayan mulus, ternyata agak keberatan ketika memainkan Morrowind. Namun semua bisa teratasi dengan bantuan Morrowind FPS Optimizer.

Sama seperti Skyrim, hal yang menarik dari Morrowind adalah kebebasan kita untuk menciptakan karakter dengan kemampuan dan jalan hidup yang kita mau, serta kebebasan untuk menjelajah dunia Morrowind (bernama Tamriel) yang luas nan penuh misteri. Karena itu aku sarankan kamu mengunduh peta diponsel sebelum main.

Permainan bermula dengan karakter kita yang diceritakan sebagai narapidana didalam sebuah kapal yang akan segera dibebaskan. Kamu mungkin agak kaget dengan grafis yang kaku, tapi musiknya megah banget. Pada tahap ini kita membuat nama. Kemudian ketika kita sampai di darat, kita akan menentukan ras dan atribut. 

Lalu kita juga diberi pertanyaan dan jawaban itu akan menentukan kita masuk kedalam kelas apa. Kalau mau kamu bisa memilih kelasmu sendiri. Kalau aku biasanya memilih thief atau assassins. Setelah lulus, kita akan diberi surat pembebasan dan mendapat misi pertama.

Seyda Neen.
Nah, keluar dari kantor, kita bebas melakukan apa saja, termasuk mengabaikan misi utama. Bahkan hal biadab sekalipun seperti mencuri senjata hingga mencuri sendok dan garpu.. Tapi jangan senang dulu, karena hukum berlaku di Morrowind dan penegak hukumnya tidak selemah polisi GTA.

Bitter Coast Region.
Dunia morrowind itu unik. Sekilas kita akan mengira settingnya adalah jaman kerajaan eropa, padahal Tamriel adalah negeri asing alien banget. Pohon-pohon di hutan bentuknya jamur, dan hewan-hewannya juga tidak ada di dunia nyata.

Setiap orang akan mendapatkan pengalaman berbeda ketika memainkan ini, tergantung pada tujuan masing-masing. Ada yang berkeliling Tamriel untuk mencari bahan baku membuat potion terkuat; Ada yang berkeliling untuk mengumpulkan Daedric Armor (armor terkuat di game ini). Tapi aku sampai saat ini memilih bergabung di Thief Guild dan menjalankan misinya.

Bicara soal guild, ada beberapa tempat yang akan menerimamu sebagai anggota. Masing-masing guild punya ideologinya sendiri. Kita bisa saja bergabung di beberapa sekaligus, tapi pada akhirnya bisa jadi malah mendapat misi yang saling bunuh antar guild. Nah, itulah yang menarik, kamu harus memilih!

Game ini kental banget dengan politik. Kepada siapa kamu berpihak itu penting. Sebab, kalau kamu sampai salah atau asal membunuh karakter, bisa jadi kamu akan mendapat kesulitan. Misalnya orang-orang pendukung faksi Hlaalu akan membenci kamu, padahal kamu butuh info dari mereka untuk menyelesaikan misi.

Berantem sama guard.
Perdagangan juga bisa menjadi hal menarik disini, karena harga di kota kecil seperti Balmora berbeda dengan kota besar semacam Vivec. Bahkan ada juga benda bernama moon sugar dan skooma yang bisa disebut narkoba di dunia morrowind. Harganya cukup mahal, aku mendapatkannya gratis dengan mencuri di Dren Plantation. Tapi tentu saja kita cuma bisa transaksi dengan pedagang tertentu, dan negosiasi harganya selalu sulit.

Ini loh Gojek di Morrowind.
Dalam menjelajah, kamu tidak harus selalu jalan kaki. Sebab ada transportasi udara (Silt Strider), laut atau sungai, dan teleportasi dengan bantuan penyihir dari Mage's Guild. Walaupun memang sih ada beberapa tempat yang hanya bisa dijangkau dengan jalan kaki, atau mendaki gunung dan berenang menyeberangi sungai penuh piranha.

Kampretnya ada beberapa jenis penyakit ketika kita melewati daerah tertentu. Misalnya blight desease yang membuat atribut strength berkurang drastis dan membuat kita terpaksa membuang armor dan inventory ditengah padang pasir supaya kuat berjalan lagi. Buangnya sih gampang, dapetnya lagi itu loh setengah modyar.

Pokoknya banyak sekali pengalaman seru yang susah digambarkan dengan sekedar tulisan. Yeah, Morrowind sampai saat ini juga masih banyak menyimpan misteri di tahun kedua aku memainkannya. Bagiku game ini seperti The Sims, kita bisa mulai dan mengakhiri kapanpun kita suka. Aku hanya memainkan game ini seminggu dua kali, jadi masih baannyaakk sekali yang belum aku jelajahi.

Kerennya juga, game ini juga masih aktif didukung para modder yang hebat-hebat. Kamu bisa menambahkan jumlah senjata, tekstur, pakaian, misi, bahkan sampai menambahkan pulau. Bahkan kalau komputermu cukup bagus, kamu bisa mencoba Morrowind Overhaul yang mengubah total grafis game ini menjadi super HD!

Bagi readers yang berminat, cek minimum system requirement-nya dulu..
  • Windows XP/Vista/7/8/10
  • Processor: Intel Atom 1.6 GHz
  • RAM: 1GB
  • Graphics: 128MB Direct3D Compatible video card with 32-bit color support and DirectX 9.0
  • DirectX®: 9.0
  • Hard Drive: 2GB free hard disk space
  • Sound: DirectX 9.0 compatible sound card
  • Mouse, Keyboard

Kamu bisa mendapatkan The Elder Scroll III: Morrowind edisi Game of The Year di GOG. Memang apa bedanya versi GOTY? Diversi ini kamu akan 2 expansion pack yang sudah jadi satu, jadi dunianya lebih luas dan lebih banyak misi. Selain itu juga sudah ditanam patch terbaru, jadi bebas bug dan support komputer modern.




Semoga bermanfaat dan selamat bermain!

[Review] Game Horror PC Spek Ringan, VTM Bloodlines

VTM Bloodlines Cover via GOG.
Assalamualaikum. Mungkin selama ini kita hanya bisa membaca atau menonton tentang kehidupan vampir. Namun sekarang kita juga bisa merasakannya langsung berkat game berjudul Vampire the Masquerade: Bloodlines!

Game open ended rpg buatan Troika Games (2004) ini dulu sempat dibenci karena buggy banget, namun akhirnya bersama dengan risinya versi GOG game ini mendapatkan sambutan hangat yang luar biasa.

Game ini bercerita tentang manusia yang baru pertama kali merasakan hidup sebagai vampir. Tapi disini kita yang awalnya cuma belajar dasar-dasar kehidupan vampir malah terseret ke berbagai masalah yang akhirnya menjadi misi yang seru banget.

Game ini menurutku bisa dibilang mengandung unsur Morrowind dari segi leveling up stats characternya. Pada saat membuat karakter kita harus menentukan dimana stats poin yang tersisa akan dipakai. Kemudian kita juga harus memilih klan, dan setiap klan punya ideologinya masing-masing.

Character Sheets via MobyGames.
Karakter vampir yang kita mainkan juga punya kekuatan bernama discipline yang membuat kita memiliki kelebihan khusus selama beberapa detik dengan cost darah. Misalnya Bloodbuff yang membuat serangan kita lebih cepat, dan bisa meningkatkan keberhasilan lockpicking.

Setelah menghadapi bos.
Game ini juga mengandung Silent Hill dari segi horrornya (banyak kode-kodean juga). Contohnya misi yang diberikan Therese, kita harus mencari benda keramat di Ocean House Hotel yang angker. Feel ngerinya dapet banget kalau main tengah malam pakai headphone. 

Penampakan Chinatown.
Mungkin juga mengandung GTA dari segi eksplorasi. Meskipun sebenarnya mapnya tidak luas, kota di VTMB ini didesain dengan baik banget. Tidak ada bangunan monoton, kosong, dan tidak berguna. Semuanya berpenghuni dan mereka juga ada peran penting dalam misi. Karena itu kalau asal membunuh NPC, game ini nggak akan tamat.

Btw, membunuh itu hal sulit disini sebab tindakan kriminal juga sangat dibatasi oleh UUD vampire yang disebut masquerade. Sebisa mungkin player tidak boleh mengusik kehidupan manusia biasa. Bahkan kalau mau menghisap darah, kamu harus melakukannya di tempat yang paling tersembunyi.

Game over akan terjadi bagi vampire yang melanggar masquerade sebanyak 5 kali..

Soal grafis, lumayan bagus. Meskipun ada beberapa gerakan yang kaku. Soal efek suara juga oke, kecuali suara langkah waktu lari yang nggak sinkron. Voice actingnya ekspresif banget, dan soundtracknya pas pada beberapa moment.

Bagi readers yang berminat, kamu bisa mendapatkannya di GOG dan Steam. Tapi aku sarankan lebih baik yang versi GOG karena sudah tertanam unofficial patch didalamnya, jadi sudah playable dan bebas dari error. Selamat bermain!

Game PC Spek Ringan Terbaik (Edisi Favorit Penulis)

Assalamualaikum. Tahun lalu aku telah mengulas segala game PC ringan terbaik, tapi tidak semuanya aku favoritkan. Nah, pada artikel ini aku hanya membahas beberapa judul game yang benar-benar menjadi favoritku.

Hitman: Blood Money dan Thief III: Deadly Shadows

Hitman: Blood Money via MobyGames.

Bagiyang pingin merasakan kehidupan pembunuh bayaran atau pesuruh gelap, kalian setidaknya harus mencoba game ini sekali seumur hidup. Kedua game dari Eidos Interactive ini akan membawa petualangan seru itu ke ke perangkat kalian.

Hitman dan Thief memilik latar belakang cerita yang berbeda. Kalau Hitman berlatar dunia modern saat ini, Thief berlatar zaman kerajaan di eropa. Kalau Hitman bertugas membunuh demi uang, di Thief kita bertugas mencuri. Namun inti kedua game ini sama, yaitu "penyusupan"..

Kita diberi peta (bahkan peta di Thief hanya berupa secarik kertas, bukan GPS ala Hitman), dan kita harus memikirkan cara untuk menyusup ke lokasi yang dijaga ketat lalu mencari target sambil mencuri benda berharga..

Manhunt 2

Manhunt 2.
Game besutan Rockstar ini sadis, biadap, menjijikan, tapi seru banget. Dengan latar cerita yang ditulis begitu kerennya, Manhunt 2 membuat kita menikmati sebuah game sekaligus sebagai sebuah film. Hal itu seakan membayar lunas kelemahan yang ada di Manhunt pertama.

Ceritanya disini kamu akan menjadi seorang pasien rumah sakit jiwa yang melarikan diri. Seiring berjalannya cerita, kamu akan sedikit demi sedikit mengumpulkan ingatan yang hilang dan akhirnya kamu akan mengingat segalanya, dan hidupmu semakin berantakan.

Ada banyak senjata di game ini yang bisa kita gunakan untuk eksperimen membunuh musuh dengan berbagai macam gaya. Tapi menurutku yang paling keren adalah tongkat baseball dan gergaji lingkar.

FarCry (2004)

Far Cry.
Gila memang. Aku sampai melongo setelah melihat sendiri game ini berjalan lancar di laptop VGA payah dengan settingan medium. Dengan grafis yang crystal clear dan lebih bagus dari Just Cause (2006), aku masih heran dengan kelancaran game ini.

Di game fps keluaran Ubisoft ini kamu berperan sebagai Jack Carver sedang berjuang memburu kelompok penjahat dalam settingan pemandangan hutan dan pantai tropis yang memanjakan mata. Sayangnya aku agak benci dengan sistem save gamenya.

GTA: San Andreas

Pose dulu sehabis bikin onar.
Semua orang tahu game ini, bahkan anak perempuan sekalipun pernah mencicipinya. Maka dari itu aku tidak akan mengulas gameplay. Aku hanya ingin mengatakan bahwa alasanku masih memainkan ini adalah faktor eksplorasinya.

Aku yang sakit ini jarang bisa berjalan-jalan, dan game ini menjadi pelampiasannya. Disini aku bisa menikmati kota, desa, hutan, pegunungan, perbukitan. Aku juga bisa sky diving, offroad, down hill, dan lain sebagainya. Thanks Rockstar!

Vampire the Masquerade: Bloodlines

Susah memotret adegan seru, jadi cuma ini.
Sempat dibenci karena buggy, game ini kembali mendapatkan sambutan hangat setelah releasenya di GOG.com. Banyak error yang sudah diperbaiki dengan unofficial patch edisi terbaru.

Dalam game open-ended RPG ini kamu akan merasakan hitam putih hidup sebagai vampir, kamu bisa memilih dengan klan mana kamu bergabung, dan mengatur sendiri skill pointnya. Dunianya memang tidak seluas GTA, tapi didesain dengan baik berdasarkan kota-kota di USA.

Tindakan kriminal juga sangat dibatasi disini oleh UUD vampire yang disebut masquerade. Sebisa mungkin player tidak boleh mengusik kehidupan manusia biasa. Bahkan kalau mau menghisap darah, kamu harus melakukannya di tempat yang paling tersembunyi.

Game over akan terjadi bagi vampire yang melanggar masquerade sebanyak 5 kali..


The Elder Scroll 3: Morrowind (Game of The Year Edition)

Morrowind via MobyGames.
Susah menggambarkan game ini bila kamu tidak mengenal seri Elder Scroll. Game ini adalah Open World RPG berskala besar dengan se-abreg misi sampingan yang membuat misi utama tidak dipedulikan lagi oleh playernya. Namun, saking besarnya skala game ini, tidak sedikit juga yang membencinya.

Yeah, mungkin kamu langsung akan membayangkan GTA. Namun, di game ini kita tidak bisa sembarangan membunuh orang. Sebab, bisa jadi orang yang dibunuh berhubungan dengan misi dalam game tersebut, dan misi pun tidak akan pernah tamat.

Cara menikmati game ini pun berbeda-beda. Tergantung pada jalan hidup yang dipilih player. Keserakahan dan cheat hanya akan menghancurkan kenikmatan game ini. Sekali lagi, ini bukan GTA, dan ini adalah RPG terbaik yang pernah aku mainkan seumur hidupku!


Warcraft III: Frozen Throne dan Age of Empires II

Warcraft III, sehabis patch.
Warcraft adalah game yang paling membekas pada ingatan masa kecilku, karena menurutku inilah game terkeren pertama yang aku miliki (meskipun laptopnya pinjaman). Memang sih aku belum pernah merasakan DOTA maupun mode onlinenya, tapi game ini telah menginspirasi banyak game RTS dan MOBA yang terkenal belakangan ini.

Selain Warcraft, Age of Empires II juga aku anggap sebagai game terkeren, tapi di ponsel. Bayangkan, sebuah ponsel jadul beresolusi 176x208 bisa memainkan game ala Warcraft, apa teman sekelas nggak pada ngiri? Haha.. Itulah perkenalanku dengan AoE II.

Beberapa tahun setelahnya, mencoba versi PCnya dan makin terkagum-kagum. AoE menawarkan sensasi peperangan yang lebih realistis dibandingkan dengan Warcraft. Untuk memainkan game ini, kamu harus menguasai strategi peperangan yang agak lebih rumit dibanding Warcraft.

The Sims 2 (with all expansion and stuff pack)

Rumah rancanganku sejak The Sims pertama.
Sering aku ditertawakan ketika memainkan game ini. Mereka menganggap bahwa The Sims 2 itu seperti permainan rumah-rumahan Barbie. Padahal mereka hanya melihat kulit luarnya, dan sama sekali tidak pernah tahu apa-apa.

Game ini seperti SimCity tapi lebih detail. Kalau SimCity itu membangun kota, di The Sims kita membangun komplek perumahan, terlebih lagi membangun rumah berserta keluarga dan memastikan mereka memiliki kehidupan yang baik. Tak hanya itu, kita juga harus membangun tempat hiburan bagi mereka.

Berbeda dengan The Sims versi konsol maupun pocket, kita tak hanya menata barang, tapi juga membangun rumah. Mulai dari pondasi, tembok, cat, hingga bentuk atapnya. Jadi game ini juga bisa dimanfaatkan untuk mendesain rumah.

NFS Most Wanted

Mari balapan!
Meskipun sudah punya Android, tetap saja lebih nyaman balapan dengan 'tombol'. Tidak seperti NFS Underground 2 yang mobilnya terlampau jadul, disini semua mobilnya sudah modern dan grafisnya juga sudah next-gen.

Hal yang aku sukai dari game ini adalah balapan dilakukan di pagi dan sore hari. Beda sensasinya dengan balapan di malam dan siang hari. Ada juga fitur speed break yang bisa bikin kita menerobos barikade polisi dengan slow motion.


Nah, itulah game PC spek ringan favorit penulis. Semoga cukup untuk memberi referensi bagi readers sekalian. Kalau readers punya saran untuk game ringan lainnya, monggo silahkan berkomentar.

Berikut ini game yang masih dalam wishlist, masih belum bisa kebeli:
  • Beyond Good and Evil - Tertarik sama adegan aksi third person yang mirip-mirip game aksi di N64.
  • Deus EX (Game of The Year Edition) - Sudah terlalu banyak teman yang mengatakan ini salah satu yang terbaik.. 
  • Mafia 1 - Well, another world to explore.. Why not?
  • Total Overdose - Tertarik game ini karena faktor aksi gila-gilaan yang lebih dari Max Payne 2.

Indahnya Grafis Far Cry di Laptop Pas-pasan

Assalamualaikum. Masih nggak nyangka kalau Far Cry 1 bisa lancar di laptopku yang VGA-nya pas-pasan, dengan setting medium pula. Berikut ini beberapa screenshot yang aku ambil sebagai bentuk kekagumanku. Kalau ada yang indah-indah lagi nanti aku langsung update..